_Agen Capsa Online, Perkenalkan nama saya Candra, saya adalah murid salah satu SMA swasta yg
cukup terkenal di Yogyakarta. Orang tua saya juga lulusan dari SMA itu
sehingga saya juga disuruh sekolah di SMA yg isinya melulu cowok itu.
Saya lemah dalam pelajaran fisika dan matematika, makanya Papa menyuruh
saya untuk les matematika dan fisika. Dan akhirnya saya pun menuruti
orang tua saya untuk les privat di rumah.
Novel Seks – Guru les saya adalah seorang Mahasiswi tingkat akhir di UGM, sdh tinggal
tunggu skripsi. Namanya Sintia, saya biasa memanggilnya kak Sintia,
wajahnya cukup cantik, putih, tingginya kira-kira 165 cm, dgn payudara
berukuran sedang, tidak besar, tp juga tidak kecil. Saya les dgn dia
setiap hari senin, rabu, dan jumat.
Siang itu di sekolah saya mengikuti pelajaran biologi, yg membahas soal
organ tubuh pria dan wanita. Kemudian sekolah selesai dan saya pulang ke
rumah karena sorenya saya harus les. Jam 5 sore kak Sintia datang dan
dimulailah les seperti biasanya. Saat les sedang berlangsung, saya tidak
sengaja melihat bra guru les saya itu, dan membuat saya dag dig dug.
Kejadian itu membuat saya membaygkan sesuatu yg berada di balik bra-nya
itu, yg malah membuat saya teringat dgn pelajaran biologi di sekolah
siang tadi. Lalu saya bertanya pada kak Sintia,
organ tubuh pria dan wanita. Kemudian sekolah selesai dan saya pulang ke
rumah karena sorenya saya harus les. Jam 5 sore kak Sintia datang dan
dimulailah les seperti biasanya. Saat les sedang berlangsung, saya tidak
sengaja melihat bra guru les saya itu, dan membuat saya dag dig dug.
Kejadian itu membuat saya membaygkan sesuatu yg berada di balik bra-nya
itu, yg malah membuat saya teringat dgn pelajaran biologi di sekolah
siang tadi. Lalu saya bertanya pada kak Sintia,
“Kak, aku mau tanya nih, boleh nggak?”,
“Tanya apa?”. katanya.
Saya mengatakan padanya saya ada pertanyaan soal biologi, dan dia mau
menjelaskan ke saya. Wah saya cukup senang senang waktu itu. Kemudian
saya memberanikan diri untuk bertanya,
menjelaskan ke saya. Wah saya cukup senang senang waktu itu. Kemudian
saya memberanikan diri untuk bertanya,
“Kak, kalau aku mau liat vagina yg beneran boleh nggak kak?”
Saya sdh kebat kebit dan takut kalau dia marah. Eh tidak taunya dia malah tersenyum sambil berkata,_Agen Poker Online
“Emangnya kamu mau lihat punya kak Sintia ya Cand?”,
Terang saja saya senang senang takut, terus saya jawab saja
“Ya kalo kak Sintia tidak keberatan mau dong lihat.” Kata saya sedikit terbata-bata.
“Tp ntar kakak lihat punya Candra juga ya” jawabnya.
Saya langsung saja mengangguk. Kemudian kak Sintia tanya,
“Mau lihat di sini Cand?”
“Engga kak, ke kamar Candra saja yuk biar nggak kelihatan pembantu.” Jawab saya.
Keadaan rumah memang cukup sepi waktu itu, Papa dan Mama sedang pergi ke
Klaten untuk menjenguk paman, dan hanya ada pembantu saja di rumah.
Lalu saya mengajak kak Sintia masuk ke kamar saya, dan setelah saya
kunci kamar saya, kak Sintia mulai melepas baju dan bra-nya. Kemudian
dia menjelaskan sambil saya ngiler melihatnya. Dan tiba-tiba dia
bertanya,
”Boleh kak?” tanya saya.
Dia hanya mengangguk saja. Ya sdh saya pegang pegang saja itu toket,
gila empuknya enak bener, mana putingnya merah kecoklatan menghias di
toketnya.
gila empuknya enak bener, mana putingnya merah kecoklatan menghias di
toketnya.
Setelah saya puas pegang-pegang, kak Sintia suruh saya hisap hisap,
awalnya saya canggung tp lama-lama enak juga tuh puting ternyata, dan
dia mengerang. Saya takut juga waktu dia mengerang, terus saya bilang,
awalnya saya canggung tp lama-lama enak juga tuh puting ternyata, dan
dia mengerang. Saya takut juga waktu dia mengerang, terus saya bilang,
“Kak saya hidupin musik ya biar pembantu nggak dengar suara kakak.” Kemudian saya pasang musik keras-keras.
Lalu dia menagih janjinya “Cand kakak mau lihat dong punya Candra.”
”Lho kan yg punya kakak Candra belum lihat, lihat dulu dong kak.” Kata saya.
Kak Sintia lalu membuka celananya, begitu juga dgn celana dalamnya.
Waktu saya lihat vAginanya, pEnis saya langsung getar getar sendiri.
Bagus benar tuh vAgina, masih rapat rada kemerah2an sama bulu2 halus.
Terus saya deketin dan pegang-pegang vAginanya, kak Sintia
mengerang-ngerang keasikan. Kemudian dia bilang,
Waktu saya lihat vAginanya, pEnis saya langsung getar getar sendiri.
Bagus benar tuh vAgina, masih rapat rada kemerah2an sama bulu2 halus.
Terus saya deketin dan pegang-pegang vAginanya, kak Sintia
mengerang-ngerang keasikan. Kemudian dia bilang,
“Cand lihat dong punya kamu”
Akhirnya saya buka juga celana saya dan kasih lihat dia pEnis saya yg
sdh tegang, terus sama kak Sintia di elus-elus. Wah… gila enaknya,
langsung berdiri tegak pEnis saya.
sdh tegang, terus sama kak Sintia di elus-elus. Wah… gila enaknya,
langsung berdiri tegak pEnis saya.
“Kamu pernah have sex Cand?” tanya kak Sintia
Saya bilang saja ”Nggak pernah kak, kakak pernah?”
Dia menggeleng, lalu dia tawarin saya mau nggak have sex sama dia. Ya
jelas saya mau, mauuuuu banget, tp saya nggak tahu caranya. Saya memang
cukup polos dalam urusan sex. Kemudian dia yg membimbing pEnis saya ke
vaginanya, sambil saya hisaphisap puting dia. Gila sakit juga waktu
pertama kali masuk, tp enak juga kaya di pijit pijit, mana vAgina dia
sempitnya minta ampun.
jelas saya mau, mauuuuu banget, tp saya nggak tahu caranya. Saya memang
cukup polos dalam urusan sex. Kemudian dia yg membimbing pEnis saya ke
vaginanya, sambil saya hisaphisap puting dia. Gila sakit juga waktu
pertama kali masuk, tp enak juga kaya di pijit pijit, mana vAgina dia
sempitnya minta ampun.
Kak Sintia mengerang-ngerang waktu pEnis saya masuk ke vAginanya.
Awalnya saya nggak tau mau ngapain jadi diam saja. Lalu dia suruh saya
goyangin keluar masuk, ya saya keluar-masukin. Aarhhhhh enaknya… Saya
keluar-masukin pEnis saya sampai cukup lama juga. Sampai akhirnya kami
sama-sama organsme. Saya benar benar puas, dan kami melakukan itu setiap
kali ada kesempatan_Agen Domino QQAuthor

0 komentar:
Posting Komentar