Cerita Dewasa IGO Spesial Birahi Sex Anak Pelanggan – Cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot, kisah panas, kisah porno, kisah bokep, kisah xxx, kisah mesum, kisah sex terbaru, kisah sex 2017, Perkenalkan namaku Ervin, umurku 32 tahun dan aku bekerja disalah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa perbaikan parabola. Aku sudah bekerja diperusahaan itu sudah kurang lebih 2 tahun dan selama itu juga aku sudah mendapatkan banyak pelanggan. Mungkin karena aku ramah dan servisku yang baik maka para pelangganku selalu saja menghubungiku tiap kali parabolanya rusak.
Novelseks.org Kali ini aku akan menceritakan pengalaman pribadiku dengan anak pelangganku yang bernama Maria Gadis muda yang berumur sekitar 25 tahun. Maria adalah anak dari pelangganku yang bernama bu Emi. Gadis kecil yang manis, cantik dan juga sangat ganas dalam berhubungan sex. Langsung saja keceritaku…
Waktu itu kalau gak salah hari sabtu aku mendapatkan sebuah telpon dari bu Emi pelangganku. Bu Emi menyuruhku segera kerumahnya untuk memperbaiki parabolanya yang rusak karena hujan deras tadi malam. Karena aku juga sudah dekat dengan bu Emi, maka aku segera menuju rumahnya. Tk berapa lama kemudian, akhirnya aku sampai dirumah bu Emi dan disana aku disambut oleh seorang anaknya yang bernama Maria. Karena bu Emi sudah menjadi langgananku, maka aku langsung disuruh masuk kedalam rumahnya.
Saat itu kulihat suasana rumah bu Emi sangat sepi sekali hanya ada Maria yang dirumah dan masih menggunakan Baju Ketat Dan kulihat Maria juga baru saja pulang -Agen Poker Online
“Ibumu pulang jam berapa Mar..?” tanyaku
“Biasanya sih sore sekitar jam setenagh 6’an gitu” jawabnya
“Owh…tadi om disuruh kesini buat betulin parabola dirumahmu. Apa masih gak keluar gambarnya..?” tanyaku
“Iya om.. sampai Maria gak bisa nonton film kesukaan Maria, rugi deh jadinya..” jawab Maria
“Sebentar yah, om betulin dulu parabolanya..” balasku
Kemudian aku segera naik keatas genteng dan singkat kata kurang lebih 15 menit saja aku sudha bisa membenarkan posisi parabola yang tergeser karena tertiup angin kencang tadi malam.
Naaah, awal pengalamanku bermula saat aku mau turun dari genteng, lalu minta tolong pada Maria untuk memegangi tangganya. Ketika itu Maria sudah ganti baju dengan kaos oblong ala Bali. Kedua tangan Maria terangkat keatas memegangi tangga, akibatnya kedua lengan kaosnya merosot kebawah dan ujung kerahnya yang kedodoran membuka sangat lebar. Pembaca pasti ingin ikut melihat karena dari atas pemandangannya sangat jelas terlihat. Ketiak Maria ditumbuhi bulu-bulu tipis sangat sensual sekali, kemudian dari ujung kerahnya kulihat gumpalan toketnya yang kencang dan putih mulus yang membuat batang k0ntolku seketika berdenyut dan mulai mengeras. Sebuah pemandangan yang sangat membuatku terangsang.
Maria gak pakai bra, mungkin karena kepanasan, toketnya berukuran lumayan namun jelas terlihat sangat kencang, namanya juga toket remaja yang belum terkena polusi. Dengan menahan nafsuku, perlahan kuturuni anak tangga sambil sesekali mataku melirik kebawah. Maria nampak gak menyadari kalau aku sedang menikmati keindahan buah dadanya. Namun yaaaah.. sebaiknya begitu. Gimana jadinya kalau Maria tahu kemudian tiba-tiba tangganya dilepas, dijamin minimal pasti aku jatuh dan patah tulang. Yang pasti setelah sampai kebawah, pikiranku jadi kurang konsentrasi pada tugas.
Aku baru ingat kalau saat itu keadaan rumah ini hanya ada aku dan Maria sigadis remaja yang cantik. Maria memang cantik dan nampak sudah dewasa dengan mengenakan baju santai . Seperti biasanya, mataku menaksir wanita habis wajah kemudian turun kebetis kemudian naik lagi ke bagian dada. Kulihat Yolla pantas kukasih nilai 90. Dna melihat aku memandangi tubuh molek Maria , kemudian Maria berkata,
“Om kok memandangku begitu sih.. aku jadi malu donk..” ujarnya setengah manja sambil mengibaskan majalah kemataku
“Wahh.. sorry deh Mar. habis selama ini om baru menyadari kecantikanmu” balasku sekenanya sambil tanganku menepuk pipinya
seketika wajah Maria langsung memerah, barangkali tersinggung, memang dulu-dulunya nggak cakep seperti sekarang.
“Idiiiiihh.. om kok jadi genit deh..” balas Maria sambil tersneyum manis dan Duiiiilah senyumnya bikin hati gemes, terlebih merasa dapat angin harapan.
Kemudian setelah itu kucoba menyalakan TV dan langsung muncul SCTV. Beres deh, tinggal merapikan kabel-kabel yang berantakan dibelakang TV.
“Sekarang dicoba Mar.. bantuin om pegangin kabel merah ini..” ujarku
Dan karena posisi TV sedikit rendah maka Maria terpaksa jongkok didepanku sambil memegang kabel warna merah yang kusuruh tadi. Kaos terusan Maria yang pendek gak cukup untuk menutupi seluruh kakinya, akibatnya sudah bisa diduga. Paha Maria yang sangat mulus dan putih bersih berkilauan didepanku, bahkan sempat terlihat warna CD Maria. Seketika itu juga jantungku seperti berhenti berdetak kemudian berdetak dengan cepatnya. Dan semkain bertambah cepat lagi saat tangan Maria diam saja saat kupegang untuk mengambil kabel merah kembali. Punggung tangannya kubelai, Maria diam saja sambil menundukkan wajah. Aku pun segera memperbaiki posisiku kala tangannya kuremas Maria telah mengeluarkan keringat dingin. Kemudian perlahan kudongakkan wajahnya serta kubelai sayang rambutnya.
“Maria…kamu cantik sekali.. Boleh om menciummu?” ujarku kubuat sesendu mungkin untuk menarik simpati Maria
Maria hanya diam saja namun perlahan matanya terpejam. Bagiku sikap Maria itu adalah jawaban. Perlahan kukecup keningnya dan kemudian kedua pipinya. Dan setengah ragu kutempelkan bibirku kebibirnya yang membisu. Tanpa kuduga Maria membuka sedikit bibirnya. Itu-pun juga sebuah jawaban. Selanjutnya terserah anda.
Segera kulumat bibirnya yang empuk dan terasa lembut sekali. Lidahku mulai menggeliat ikut meramaikan suasana. Tak kuduga pula Maria menyambut dengan hangat kehadiran lidahku, Maria mempertemukan lidahnya dengan lidahku. Kujilati seluruh rongga mulutnya sepuas-puasnya, lidahnya kusedot, Maria -pun mengikuti caraku.
Perlahan tubuh Maria kurebahkan kelantai. Mata Maria menatapku sayu. Dan kubalas dengan kecupan lembut dikeningnya lagi. Kemudian kembali kulumat bibirnya yang sedikit terbuka. Tanganku yang sejak tadi membelai rambutnya, rasanya kurang puas, sekarang saat yang tepat untuk mulai mencari titik-titik rawan. Kusingkap perlahan ujung kaosnya. Karena Maria memakai kaos terusan, pahanya yang mulus mulai terbuka sedikit demi sedikit.
Sengaja aku bergaya softly, karena sadar yang kuhadapi adalah gadis muda berumur 25 tahun. Harus penuh kasih sayang dan kelembutan, sabar menunggu hingga Maria dimabuk kepayang. Dan kelihatannya Maria bisa memahami sikapku, saat aku kesulitan menyingkap kaosnya yang tertindih pantat, Maria sedikit mengangkat pinggulnya. Wah, sungguh seorang gadis remaja yang penuh pengertian.
“Aaaahh.. Aaaaahh..” hanya suara desahan yang keluar dari mulutnya sata mulutku mulai mencium batang lehernya. Sementara tanganku sedikit menyentuh ujung CD-nya kemudian bergeser sedikit lagi ketengah. Kurasakan CD Maria sudah lembab. Tanganku menemukan gundukan lunak yang erotis dengan belahan tepat ditengahnya. Aku tak kuasa menahan gejolak nafsuku lagi, kuremasi gundukan itu dan Maria memejamkan matanya rapat-rapat dan menggigit sendiri bibir bawahnya.
Suasana yang panas menambah panas tubuhku yang sudah panas. Segera kulucuti bajuku, juga celanaku hingga sekarang tinggal tersisa CD-ku saja. Tanpa ragu lagi kupelorotkan CD Maria. Wooowww…baru kali ini kulihat sebuah gundukan seindah milik Yolla. Luar biasa.. padahal belum ada sehelai bulu pun yang tumbuh. Bukitnya yang besar putih sekali. Dan saat kutekuk lutut Maria kemudian kubuka kakinya, tampak bibir vaginanya masih bersih dan berwarna kemerehan. Maria gak tahu lagi akan keadaan dirinya, belaianku berhasil membuatnya melayang. Maria hanya bisa terus medesah kegelian sambil meremasi kaosnya yang sudah tersingkap setinggi perut. Cerita Sex Nyata
Gak sabar lagi, tak kubiarkan sebuah keindahan itu terbuka sia-sia begitu saja. Segera kuarahkan wajahku disela-sela paha Maria dan menenggelamkannya dipangkal pertemuan kedua kakinya. Mulutku kubuka lebar-lebar untuk bisa melahap seluruh bukit kemaluan Maria . Bau semerbak kas kemaluan seorang gadis gak kuhiraukan, kuanggap semua kemaluan wanita sama saja. Lidahku menjuluri seluruh permukaan bibir vaginanya. Setiap lendir kujilati kemudian kutelan habis dan kujilati terus. Kujilati sepuas-puasnya seisi selangkangan Maria sampai bersih.
Lidahku bergerak lincah dan keras ditengah-tengah bibir memeknya. Dan saat lidahku mengayun dari bawah keatas hingga tepat jatuh di iutilnya, Kujepit itilnya dengan gemas dan lidahku menjilatinya tanpa kompromi. Maria gak sanggup lagi untuk berdiam diri. Badannya memberontak keatas kebawah dan bergeser kekiri kekanan. Novelseks.org Segala ujung syarafnya telah terkontaminasi oleh kenikmatan yang amat sangat dashyat. Sebuah kenikmatan yang bersumber dari lidahku mengorek itilnya namun menyebar keseantero tubuhnya. Maria udah gak mengenal lagi siapa dirinya yang membuatku jadi semakin ganas dan melupakan Maria itu siapa.
Batang k0ntolku sudah sangat besar bergemuruh seluruh isinya. Demi melihat Maria tersenggal-senggal, segera kutanggalkan modal terakhirku, yaitu celana dalamku. Tanpa basa-basi segera kuarahkan ujung k0ntolku kepangkal selangkangan Maria. Sekilas kulihat Maria mendelik kuatir melihat perubahan perangaiku. Batang k0ntolku memang kelewatan besarnya belum lagi panjangnya yang hampir menyentuh pusar bila berdiri tegak. Maria kelihatannya ngeri dan mulai sadar ingatannya, kakinya agak tegang dan berusaha merapatkan kedua kakinya.
“Ampun om.. jangan oomm.. ampun omm.jangann..” Tangan Maria mencoba menghalau kedatangan k0ntolku yang siap mengarah keVaginanya.
Merasa mendapat perlawanan, sejenak aku jadi agak bingung, namun untunglah aku memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapinya. Segera aku meminta maaf sambil tanganku kembali membelai rambutnya yang terurai acak-acakan.
“Maria takut om. Nanti kalau Mamah tahu pasti Maria dimarahin. Dan lagi Maria gak pernah kayak ginian. Maria juga jadi malu..” ujarnya setengah mau menangis dan membetulkan kaosnya untuk menutupi tubuhnya-Agen Poker Online
“Kamu gak usah kawatir , om gak bermaksud jahat terhadapmu, om sayang sekali sama Maria Dan lagi Maria jangan takut sama om. Semua orang cepat atau lambat pasti akan merasakan kenikmatan hubungan intim. Jangan takut berhubungan intim karena berhubungan initm itu enak sekali” balasku menenangkan serayu merayu Maria
“Iya, tapi Maria gak tahu harus bagaimana dan kenapa tahu-tahu Maria jadi begini..?” Air mata Maria mulai mengalir dari pojok matanya. Dan melihat itu aku segera memeluknya agar bisa menenangkannya.
Cukup lama aku memberi ceramah dan teori edan secara panjang lebar, sampai akhirnya Maria bisa memahami seluruhnya. Dan sesekali senyumnya mulai muncul lagi.
“Coba sekarang Maria belajar pegang burung om, bagus kan” ujarku smabil tanganku meraih tangannya kemudian membimbingnya memegang kebatang k0ntolku. Tangannya kaku sekali namun setelah perlahan-lahan kuelus-eluskan pada batang kontolku, otot tangannya mulai mengendor. Kemudian tangannya mulai menggenggam batang k0ntolku. Perlahan tangannya kutuntun maju-mundur. Kelembutan tangannya membuat batang k0ntolku mulai bergerak membesar, sampai akhirnya tangan Maria gak cukup lagi menggenggamnya. Dan Maria kelihatan menikmatinya, tanpa kuajari lagi tangannya bergerak sendiri.
“Aaaahh.. enak sekali Maria.. aahh.. kamu memang anak yang pintar.. Aaaaahh..” mulutku tak sanggup menahan kenikmatan yang mulai menjalari seluruh syarafku.
Sementara itu tangan kiriku mulai meremas buah dadanya yang masih tertutup kaos yang tipis. Belum pernah aku meremas buah dada sekeras milik Maria. Tangan kananku yang satu meraih kepalanya kemudian dengan cepat kulumat bibirnya. Lidahku menjulur keluar menelusuri setiap sela rongga mulutnya. Hingga akhirnya lidah Maria-pun mengikuti yang kulakukan. Dari matanya yang terpejam, bisa kurasakan kenikmatan tengah membakar tubuhnya.
Segera aku meminta Maria untuk melepas kaosnya agar lebih leluasa. Dan tanpa ragu-ragu Maria segera berdiri kemudian menarik kaosnya keatas hingga melampaui kepalanya. Batang k0ntolku semakin berdenyut-denyut menyaksikan tubuh mungil Maria tanpa mengenakan sehelai benang. Tubuhnya yang sintal dan putih bersih membakar semangatku. Benar-benar sempurna. Kedua buah dadanya menggelembung indah dengan puting yang mengacung keatas.
“Mar… tubuhmu luar biasa sekali.. Hebat!” Pujiku membuat wajahnya memerah barangkali menahan malu
“Oomm, boleh gak Maria mencium burung om?” Maria tersipu-sipu menunjuk keselangkanganku. Rasanya gak etis kalau aku menolaknya. Kemudian sambil duduk disofa aku menelentangkan kedua kakiku.
“Tentu saja boleh kalau Maria menyukainya..” Kubikin semanis mungkin senyumku
Yolla-pun mengambil posisi dengan berjongkok kemudian kepalanya mendekati selangkanganku. Mulanya hanya mencium dan mengecup seputar kepala batang k0ntolku. Perlahan lidahnya mulai ikut berperan aktif menjilat-jilatinya. Maria kelihatan keenakan mendapat mainan baru. Dengan rakus lidahnya menyusuri sekeliling batang k0ntolku. Sensasi yang snagat luar biasa membuatku gemas meremasi kedua toketnya.
“Aaduuhh.. enak sekali Maria .. Teruss.. Maria …coba kesebelah sini,” kataku sambil menunjuk kebuah zakarku. Dan Maria segera paham kemudian mejulurkan lidahnya kebuah zakarku. Maria menggerakkan lidahnya kekanan kekiri atas-bawah.
“Oomm…kekamar Maria aja yuk biar gak panas..” Sahutnya mengajakku kekamarnya yang ber-AC
“Terserah Maria aja dehh..” balasku
Begitu Maria merebahkan tubuhnya keranjnag, aku gak mau menunggu lama lagi untuk merasakan tubuh indahnya. Segera kutindih dan kucumbui. Sekujur tubuhnya gak ada yang kusia-siakan. Terutama dibagian toketnya yang aduhai.
Tanganku seakan gak pernah lepas dari liang memeknya. Setiap tanganku menggosok itilnya, tubuh Maria menggerinjal entah mengapa. Sementara itu batang k0ntolku seperti akan meledak menahan tekanan yang demikian besarnya.
Akhirnya kutuntun burungku menuju liang vagina Maria . Lubang vagina Maria yang telah kebanjiran sangat berguna sekali, bibir memeknya yang kencang memudahkan batang k0ntolku menyelinap kedalam. Sedikit-sedikit kudorong maju. Dan setiap dorongan membuat Maria meremas kain sprei. Kalau Maria merasa seperti kesakitan aku mundur sedikit, kemudian maju lagi, mundur sedikit, maju lagi, mundur, maju, mundur, maju, dan “bleeeeeess..” Tak kusangka lubang vagina Maria mampu menerima k0ntolku yang besar ini. Begitu amblas seluruh batang k0ntolku, Maria menjerit kesakitan. Aku kurang menghiraukan jeritannya.
Kenikmatan yang tak ada duanya telah merasuki tubuhku. Namun aku tetap menjaga irama permainanku maju-mundur dengan perlahan. Menikmati setiap gesekan demi gesekan. Lubang vagina Maria sempit sekali hingga setiap berdenyut membuatku melayang. Denyutan demi denyutan membuatku semakin tak mampu lagi menahan luapan gelora persetubuhan. Terasa beberapa kali Maria mengejangkan lubang memeknya yang bagiku malah memabukkan karena liang memeknya jadi semakin keras menjepit batang k0ntolku.
Erangan, rintihan, dan jeritan Maria terus menggema memenuhi ruangan. Rupanya Maria -pun menikmati setiap gerakan batang k0ntolku. Rintihannya mengeras setiap kali batang k0ntolku melaju cepat kedasar liang senggamanya. Dan mengerang lirih saat kutarik batang k0ntolku. Hingga akhirnya aku sudah gak bisa bertahan lebih lama lagi.
Saat batang k0ntolku melaju dengan kecepatan tinggi, meledaklah sudha spermaku. Batang k0ntolku menghujam keras dan kandas didasar jurang memek Maria . Maria -pun melengking panjang sambil mendekap kencang tubuhku, kemudian tubuhnya bergetar hebat. Sebuah kenikmatan yang sempurna-Agen Domino QQ
Author

0 komentar:
Posting Komentar